Bogor, 7 Oktober 2025 —Dalam rangka memperkuat pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dan Hutan Penelitian (HP), Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan In-House Training Security & Safety bagi para petugas lapangan dan manajer/pengelola KHDTK–HP. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 7–8 Oktober 2025, dengan sesi teori di Auditorium Laboratorium Sutera Alam Indonesia (LSAI) Dramaga, Bogor, serta sesi praktik di Hutan Penelitian Dramaga.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas manajer/pengelola dan petugas lapangan KHDTK–HP lingkup P2HB serta perwakilan dari Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan dan Pusat Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Hutan. Narasumber berasal dari PT Selaras Akademi Indonesia, Training & Consulting Services, Tangerang Selatan, Banten.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Gun Gun Hidayat, Ph.D., yang diwakilkan oleh Pratiara Lamin, S.Hut., M.Si., selaku Kepala Bidang Fasilitas Penerapan Pengembangan Hutan Berkelanjutan, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan pembinaan antara manajemen pusat dan petugas lapangan.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan berkumpul dalam acara Koordinasi dan In-House Training Security & Safety bagi para petugas lapangan di KHDTK dan HP lingkup P2HB. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi sumber daya manusia untuk saling bertukar informasi serta menemukan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan lapangan yang dihadapi para petugas,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa petugas lapangan sering menghadapi berbagai tantangan, seperti pohon tumbang akibat badai, perambahan hutan, pembakaran pos kerja, penggunaan kawasan tanpa izin, hingga aktivitas tambang ilegal. Ia menegaskan bahwa koordinasi dan pelatihan ini penting untuk memperkuat kesiapan para petugas dalam menghadapi ancaman tersebut.
Beberapa kasus di lapangan bahkan menunjukkan risiko kerja yang sangat tinggi. Salah satunya terjadi di KHDTK Pasir Awi, ketika seorang petugas lapangan pernah terpatuk ular jenis Rhodostoma sp. (ular gibuk) saat membersihkan jalur hutan. Patukan ular tersebut dapat mengancam nyawa, sehingga kecepatan dan keamanan kerja menjadi faktor krusial yang harus selalu diperhatikan.
“Security dan safety merupakan bagian penting dari sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Petugas lapangan menghadapi banyak risiko, seperti potensi konflik, kecelakaan, atau ancaman keamanan. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membekali mereka dengan kepercayaan diri, keberanian, dan kemampuan melakukan investigasi maupun pencegahan dini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala P2HB mengapresiasi para petugas lapangan yang telah bekerja keras menjaga kelestarian KHDTK dan HP. Ia menyebutkan bahwa P2HB saat ini mengelola 14 KHDTK di seluruh Indonesia, termasuk tiga kawasan di luar Pulau Jawa, yaitu KHDTK Benakat (Sumatera Selatan), KHDTK Samboja (Kalimantan Timur), dan KHDTK Hambala (Waingapu, Nusa Tenggara Timur). “Petugas lapangan adalah rimbawan sejati yang bekerja di tempat sepi demi kejayaan sektor kehutanan. Mereka berperan penting menjaga agar hutan tetap lestari dan terhindar dari bencana. Karena itu, keberadaan mereka perlu mendapat perlindungan dan dukungan yang memadai,” ungkapnya.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini mengusung metode partisipatif melalui diskusi, simulasi, serta praktik bela diri dasar di lapangan. Materi yang diberikan meliputi General Safety & Security Awareness, Loss Prevention, Manajemen Konflik, Investigasi Dasar, hingga Psikologi Investigasi.
Melalui kegiatan ini, P2HB menargetkan peningkatan kemampuan fisik dan mental peserta, penguasaan teknik dasar bela diri, peningkatan kepercayaan diri dan kesiapsiagaan, serta keterampilan koordinasi dan kerja sama tim.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar kemampuan petugas lapangan terus meningkat. Pelatihan ini merupakan upaya untuk memperkuat kompetensi serta menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan P2HB,” tutupnya.
Kegiatan Koordinasi dan In-House Training Security & Safety ini menjadi langkah nyata P2HB dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan, aman, dan terlindungi—serta membangun sumber daya manusia kehutanan yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi tantangan lapangan dengan profesionalisme tinggi.