Bogor, 3 November 2025, Upaya memperkuat pondasi ilmu pengetahuan bagi pengelolaan hutan Indonesia kembali mendapat dorongan besar. Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) Kementerian Kehutanan dan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRE-BRIN) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama.
Langkah ini menjadi tindak lanjut dari peluncuran Technical Knowledge Management Hub (TKMH) Kehutanan, sebuah platform yang dirancang untuk mengintegrasikan pengetahuan, data, dan riset kehutanan nasional.
Prosesi penandatanganan dilaksanakan di Ruang Rapat BNC BRIN, Cibinong – Bogor, dan dihadiri langsung oleh dua tokoh utama penggerak kerja sama ini, yaitu Asep Hidayat, S.Hut., M.Agr., Ph.D., Kepala PRE dan Gun Gun Hidayat, Ph.D., Kepala P2HB.
Dalam sambutannya, Gun Gun menegaskan pentingnya sinergi kedua lembaga untuk mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan hutan tropis yang aplikatif dan bermanfaat luas.
“Ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. PRE BRIN bisa memanfaatkan modalitas kami seperti Hutan Penelitian untuk kepentingan riset, kemudian terhubung dalam jembatan pengetahuan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Asep Hidayat menyambut baik langkah kolaboratif ini dan menyatakan komitmennya untuk memastikan riset kehutanan nasional semakin terintegrasi.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini. Ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju pengelolaan hutan yang berbasis data dan riset,” tegasnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pembentukan ekosistem pengetahuan kehutanan nasional—tempat bertemunya para peneliti, pengambil kebijakan, dan pelaku lapangan dalam satu jaringan ilmiah yang kokoh.
Melalui integrasi data dan riset lintas lembaga ini, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengetahuan hutan tropis dunia serta memastikan keberlanjutan ekosistem hutan bagi generasi mendatang.